Persyaratan tempat penyimpanan sementara limbah B3
Tempat penyimpanan sementara limbah B3 memiliki persyaratan fasilitas, batas waktu penyimpanan, serta ketentuan pencatatan yang perlu dipenuhi pelaku usaha penghasil limbah B3.
Baca selengkapnya →Penyusunan prosedur operasional instalasi pengolahan air limbah memerlukan gambar kerja, diagram alir, kapasitas, dan data operasional. Tanpa data tersebut, prosedur berisiko tidak sesuai dengan instalasi yang dibangun.
Prosedur operasional instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik bukan sekadar daftar langkah. Isinya harus menggambarkan instalasi yang benar-benar dibangun, sehingga operator dapat mengikutinya tanpa menafsir ulang.
SOP yang tidak disusun dari data lapangan berisiko memuat langkah yang tidak dapat dijalankan, misalnya dosis bahan kimia yang tidak sesuai atau jadwal pemeliharaan yang tidak cocok dengan waktu operasional. Selain itu, baku mutu air limbah yang menjadi acuan harus mengikuti ketentuan yang berlaku di wilayah kegiatan, termasuk bila ada peraturan daerah yang menetapkan baku mutu tersendiri.
Setelah data terkumpul, penyusunan SOP dapat diselesaikan bersama formulir pencatatan operasional harian, log pemeliharaan, serta format laporan pemantauan. Ketiganya mempermudah pembuktian pemenuhan kewajiban ketika dilakukan pemeriksaan.
Tempat penyimpanan sementara limbah B3 memiliki persyaratan fasilitas, batas waktu penyimpanan, serta ketentuan pencatatan yang perlu dipenuhi pelaku usaha penghasil limbah B3.
Baca selengkapnya →Setiap kegiatan usaha memiliki kewajiban dokumen lingkungan yang berbeda, bergantung pada tingkat risiko dan dampak yang ditimbulkan. Artikel ini membahas perbedaan ketiganya beserta kriteria penentuannya.
Baca selengkapnya →Baku mutu air limbah dapat ditetapkan melalui peraturan daerah. Pelaku usaha perlu memastikan standar yang menjadi acuan pada wilayah kegiatan, bukan hanya mengacu pada ketentuan nasional.
Baca selengkapnya →Kami dapat membantu menilai kewajiban lingkungan dan perizinan yang berlaku bagi kegiatan Anda.